MEET n GREET: MENTERI PERHUBUNGAN

Sebagaimana Visi GRSP-Indonesia yaitu mendukung upaya penurunan tingkat fatalitas kecelakaan lalu lintas melalui program kemitraan Pemerintah-Dunia Usaha-Masyarakat, maka sebagai salah satu program kerja GRSP Indonesia adalah memfasilitasi pendidikan keselamatan jalan untuk anak.

Kamis pagi, 7 November 2013, GRSP Indonesia mendampingi 90 siswa kelas 6 dari SD BAKTI MULYA 400, Pondok Indah, Jakarta Selatan berikut 30 orang pendamping (20 guru dan 10 orang dari Forum Komunikasi Orang Tua Murid) untuk berkunjung ke Kementerian Perhubungan, menemui Menteri Perhubungan, Bapak E.E.Mangindaan, dengan pokok perbincangan seputar nasehat keselamatan jalan untuk anak, serta jumpa dengan sahabat Zeta (maskot keselamatan jalan Kementerian Perhubungan).

Pada pagi yang cerah itu, tamu-tamu kecil diterima Menteri Perhubungan RI didampingi Ketua GRSP Indonesia dan Direktur Jenderal Perhubungan Darat (yang diwakili oleh Direktur Keselamatan Transportasi Darat).

Siswa bertanya, Menteri menjawab.

  

Acara diawali dengan menyaksikan bersama dua tayangan film singkat. Tayangan pertama berjudul “Takkan Kembali” mengisahkan seorang anak yang belum cukup umur   dihadiahi   sepeda motor oleh orang tuanya karena berprestasi di sekolah. Namun cerita ini diakhiri dengan si anak yang duduk di kursi roda, karena kakinya harus diamputasi akibat   kecelakaan fatal yang dialami saat dia melaju dengan  sepedamotor barunya.

Tayangan kedua berjudul “Hidup Hanya Sekali” merupakan kisah nyata dari seorang anak bernama Furqon, 8 tahun, yang terpaksa harus kehilangan  kaki  kirinya  akibat  ditabrak mobil yang dikendarai seorang anak berusia 12 tahun!. Saat itu, Furqon kecil sedang bermain di depan warung orangtuanya  yang terletak  di halaman rumah.

Pada kesempatan itu, ketua GRSP Indonesia, bapak Iskandar Abubakar, mengajak anak-anak untuk belajar dan mengambil hikmah dari tayangan film. Beliau mengingatkan anak-anak untuk tidak boleh merengek-rengek minta dibelikan sepedamotor.

Selanjutnya Menteri Perhubungan, bapak E.E. Mangindaan membuka dialog dengan kisah masa kecilnya sebagai anak seorang guru, beliau menyampaikan beberapa nasehat keselamatan, baik kepada guru, orang tua murid maupun anak-anak yang hadir, diantaranya:

  1. Perlu menjadi perhatian bagi para orang tua apa yang harus dilakukan oleh  anak-anak agar selamat dalam perjalanan dari dan kesekolah:
    • Jangan mengemudikan kendaraan sebelum waktunya (belum memiliki Surat Ijin Mengemudi), karena anak-anak secara fisik maupun emosional belum siap;
    • Berjalanlah di trotoar yang sudah disediakan, tidak bercanda di jalan. Ketika berjalan, menghadaplah ke arah arus lalu lintas agar pejalan kaki maupun pengendara dapat saling mengantisipasi  saat dalam kondisi berbahaya;
    • Orang dewasa berjalan di sisi luar dan anak-anak di sisi dalam;
    • Jika hujan dan harus menggunakan payung jangan menutupi pandangan;
    • Ketika menyeberang jalan gunakan zebra cross, lakukan prinsip 4T (Tunggu sejenak, Tengok Kanan, Tengok Kiri, Tengok Kanan Lagi);
    • Ketika menyeberang pilihlah jalan yang lurus sehingga mudah terlihat oleh pengendara yang lewat;
    • Hindari menyeberang ditempat yang berbahaya, seperti di antara dua kendaraan yang sedang parkir, tanjakan, dan  tempat terhalang yang menyulitkan pengendara melihat penyeberang jalan;
    • Menyeberang di jalur kereta api harus ektra hati-hati, lihat ke dua arah pastikan kereta api tidak ada yang melintas. Jangan menyeberang jika masih ada ujung rangkaian kereta api yang tengah melintasi persilangan. Lebih waspada saat cuaca gelap atau di malam hari.
  2. Kegiatan berbahaya yang wajib dihindari di jalan, diantaranya:
    • Dilarang bermain sepak bola, layang-layang, sepatu roda dan permainan lainnya yang membahayakan bagi anak-anak dan pengendara;
    • Dilarang menggunakan alat pendengar musik ketika sedang berjalan atau menyeberang jalan;
    • Dilarang menggunakan telepon genggam (HP) karena akan mengurangi konsentrasi pejalan kaki/penyeberang jalan.
  3. Sikap selamat saat dibonceng dengan sepeda motor:
    • Sepeda motor hanya diperuntukan bagi dua orang dan untuk perjalanan jarak pendek;
    • Pergunakan perlengkapan keselamatan yaitu helm, jaket, sepatu dan sarung tangan;
    • Terapkan sikap selamat, kenali bagian motor yang panas seperti knalpot dan mesin.  Naik sepeda  motor dari sisi sebelah kiri, duduk tenang dan berpegangan erat pada pengemudi/pengendara.
  4. Sikap selamat saat menggunakan sepeda:
    • Anak-anak yang baru belajar bersepeda harus didamping oleh orang dewasa/pendamping;
    • Gunakan sepeda sesuai ukuran tubuh, agar lebih mudah mengendalikan sepeda;
    • Gunakan jalur khusus sepeda;
    • Berilah isyarat dengan melambaikan tangan saat berbelok;
    • Lengkapi sepeda dengan bel, lampu sepeda, dan mata kucing (reflektor). Lampu dan reflektor akan membantu pesepeda mudah dikenali di malam hari;
    • Anak-anak di bawah 5 tahun harus dibonceng dengan bangku khusus yang dilengkapi sabuk keselamatan;
    • Sepeda hanya diperuntukan maksimal dua orang;

Bapak E.E Mangindaan sempat melontarkan beberapa pertanyaan kepada siswa untuk mengetahui pengetahuan mereka tentang ketentuan dan etika berlalu lintas, seperti: apa itu ZoSS  (Zona  Selamat  Sekolah),  bagaimana  etika  saat  akan  menyeberang  di  zebra  cross dengan 4-T.

penyerahan_modul
IMG_0078-compressed

Setelah  mendengar  nasehat  keselamatan,  para  siswa  diberi  kesempatan  untuk  bertanya kepada Menteri Perhubungan.   Dengan lugu dan tanpa rasa takut beberapa siswa bertanya hal-hal yang sederhana tetapi nyata di lapangan, antara lain:

Bagaimana kita menghadapi pengendara yang tidak mau memberi jalan bagi pejalan kaki di zebra cross?

  • Bagaimana kita menghadapi pengendara yang tidak mau memberi jalan bagi pejalan kaki di zebra cross?
  •  Kenapa zebra cross di Indonesia banyak yang sudah luntur warnanya dan kenapa tidak diperbaiki?
  • Kenapa pengaturan traffic light di suatu simpang di kota Surabaya terlalu cepat sehingga menimbulkan antrean panjang pada kaki-kaki persimpangan tersebut?
  • Kenapa lampu penerangan jalan umum banyak yang tidak menyala?

Acara diakhiri dengan penyematan pin Aksi Keselamatan Jalan dan pemberian modul keselamatan jalan (untuk usia 3-11 tahun)  kepada wakil sekolah, serta foto bersama.

Penyerahan Modul Keselamatan Jalan (untuk usia 3-11 thn)  kepada wakil  SD BHAKTI MULYA 400 JAKARTA 
 Ibu Nita dari Ditjen Hubdat didampingi Zeta (maskot keselamatan) mengajak anak-anak menyanyikan lagu “Berkendara”, sebuah nasehat  untuk selalu menggunakan sabuk keselamatan: 3 R – Rapat, Rata, Rendah.

File dapat didownload dengan klik file dibawah ini:

MEET n GREET

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *